E EnglishLinie

Beranda / Grammar / A1.1 / imperatives-id-like

A1.1 · Awal yang Benar

Imperatives & I’d Like (Perintah Sopan & Keinginan Halus)

Imperatives and I’d like — commands and polite wants

Please sit down. I’d like a coffee. — memerintah tanpa subjek, meminta tanpa memaksa

Kalimat perintah dalam bahasa Inggris adalah kalimat paling pendek yang ada: kata kerjanya berdiri sendiri, tanpa subjek — Sit down. Come in. Please wait here. Dipasangkan dengan mitranya yang sopan untuk menyatakan keinginan, I’d like, dua pola ini menutup A1.1-mu dengan tepat, karena keduanya adalah kalimat yang paling sering diucapkan di loket layanan mana pun di dunia.

Perintah bahasa Inggris tidak punya subjek. Kehalusannya datang dari please dan nada — bukan dari kata tambahan.

Sekilas pelajaran

4 aturan · 5 contoh terurai · 8 latihan interaktif

Aturan & Penjelasan

Imperative: kata kerja saja, tanpa subjek

Rumusnya sesederhana ini: kata kerja dasar, titik. Sit down. Open the door. Wait here. Follow me. Orang yang diperintah (you) tidak pernah ditulis — ia dipahami dari situasi. Kata kerjanya selalu bentuk dasar: tidak ada -s, tidak ada -ing, tidak ada to.

Negatifnya memakai Don’t di depan: Don’t sit there. Don’t worry. Don’t be late. Don’t di sini bukan present simple — ia adalah satu-satunya cara meniadakan perintah, dan berlaku untuk semua orang yang diperintahi.

Ingat ini: Imperative = kata kerja telanjang. Tanpa you, tanpa to, tanpa -s.
BentukPolaContoh
Perintah positifkata kerja dasar …Please come in.
Perintah negatifDon’t + kata kerja dasar …Don’t worry.
Arahan bertahapkata kerja …, then …Go straight, then turn left.

Kesalahan Umum

✗ You sit down! (sebagai perintah netral kepada tamu) → ✓ Sit down, please. / Please sit down. — menambahkan “you” mengubah perintah biasa menjadi bentakan yang sangat tidak sopan dalam bahasa Inggris. Yang kamu maksud sebagai kejelasan subjek terbaca sebagai kemarahan. Kepada tamu, bentuk sopannya bahkan sering diganti undangan: “Please have a seat.”

✗ Please to wait here. → ✓ Please wait here. — to tidak punya tempat dalam imperative. “Please to…” adalah transfer dari pola sopan lain (I’d like to…); perintah langsung melompat ke kata kerjanya.

Please: pelembut yang bekerja di dua ujung

Please bisa berdiri di depan perintah (Please sit down) atau di belakangnya (Sit down, please) — keduanya benar dan sopan. Tanpa please, imperative dalam layanan bisa terdengar seperti perintah militer; dengan please dan nada yang ramah, ia menjadi arahan yang normal dan sopan.

Untuk tawaran dan pemberian, imperative punya satu bentuk khusus yang sangat sopan: Help yourself (silakan ambil sendiri) dan Have a seat (silakan duduk) — hafalkan keduanya sebagai frasa utuh layanan.

KalimatNadaDipakai untuk
Sit down.tegas / instruksi keselamatanarahan cepat, tanda tertulis
Sit down, please.sopan netrallayanan sehari-hari
Please have a seat.sopan hangatmenyambut tamu

Let’s: mengajak, bukan memerintah

Let’s + kata kerja dasar berarti “mari kita…”: Let’s go. Let’s start. Let’s check the room first. Ia bukan perintah kepada orang lain, melainkan ajakan yang mengikutsertakan pembicaranya — karena itu nadanya selalu ramah. Negatifnya: Let’s not wait.

Perhatikan bedanya dengan imperative biasa saat kamu memberi arahan kepada tamu: Follow me (ikuti saya — arahan) vs Let’s go this way (mari lewat sini — ajakan yang berjalan bersama).

Kesalahan Umum

✗ Let’s to go now. → ✓ Let’s go now. — sesudah let’s, langsung kata kerja dasar. To menyusup lagi dari pola want to — pola yang sama yang merusak can dan imperative.

I’d like: cara sopan menyatakan keinginan

I’d like adalah singkatan I would like — bentuk sopan dari “saya mau/ingin”, dan ia adalah kalimat pemesanan terpenting dalam bahasa Inggris layanan. Dua polanya: I’d like + kata benda (I’d like a coffee. I’d like a room for tonight.) dan I’d like to + kata kerja (I’d like to book a room. I’d like to pay by card.) Perhatikan baik-baik: to hanya muncul pada pola kata kerja — pada pola kata benda tidak ada to sama sekali.

Sebagai penanya layanan, kamu memakai pasangannya: What would you like? dan Would you like a coffee? (tawaran ya/tidak). Dan bandingkan tingkat kesopanannya: I want a coffee itu benar secara grammar tetapi terdengar menuntut; I’d like a coffee, please adalah versi yang dipakai orang dewasa sopan di seluruh dunia.

PolaSesudahnyaContoh
I’d like + bendakata benda (dengan a/an bila tunggal)I’d like a coffee.
I’d like to + kerjakata kerja dasarI’d like to check in.
Would you like …?tawaranWould you like tea or coffee?

Kesalahan Umum

✗ I like to a coffee. → ✓ I’d like a coffee. — dua kesalahan menumpuk: (1) “like” saja berarti menyukai secara umum (I like coffee = saya suka kopi), bukan memesan; keinginan saat ini memakai ’d like. (2) To tidak pernah berdiri sebelum kata benda — to hanya mendahului kata kerja.

✗ I’d like check in now. → ✓ I’d like to check in now. — arah sebaliknya: sebelum kata kerja (check in), to wajib ada. I’d like + benda tanpa to; I’d like + kata kerja dengan to.

✗ I want a coffee! (kepada pelayan, nada datar) → ✓ I’d like a coffee, please. — want tidak salah secara grammar, tetapi dalam layanan ia terdengar seperti tuntutan anak kecil. I’d like adalah standar kesopanan orang dewasa.

Pesan dengan I’d like + benda · bertindak dengan I’d like to + kata kerja.

Contoh Terurai

Please sit down. The manager is coming.

Silakan duduk. Manajernya sedang datang.

Please sit down — Imperative sopan lengkap: please + kata kerja dasar, tanpa subjek. Kalimat keduanya present continuous dari pelajaran sebelumnya.

KataArti
Please sit downsilakan duduk
The managermanajer itu
is comingsedang datang

Don’t worry. Your room is ready.

Jangan khawatir. Kamar Anda sudah siap.

Don’t worry — Imperative negatif yang paling menenangkan dalam layanan: Don’t + worry. Tidak ada subjek, tidak ada bentuk lain yang benar untuk perintah ini.

KataArti
Don’t worryjangan khawatir
Your roomkamar Anda
is readysudah siap

Let’s check the room first.

Mari kita periksa kamarnya dulu.

Let’s — Ajakan yang mengikutsertakan pembicara: let’s + kata kerja dasar check. Nada kalimat ini selalu kebersamaan, bukan perintah.

KataArti
Let’s checkmari kita periksa
the roomkamar itu
firstdulu / pertama

I’d like a coffee, please.

Saya mau (memesan) segelas kopi, tolong.

I’d like — Kalimat pemesanan paling penting di dunia layanan: I’d like + a + kata benda, diakhiri please. Tanpa to, karena sesudahnya benda.

KataArti
I’d likesaya ingin (sopan)
a coffeesegelas kopi
pleasetolong

I’d like to book a room for tonight.

Saya ingin memesan sebuah kamar untuk malam ini.

to book — Pola kedua: I’d like to + kata kerja. To muncul karena yang mengikutinya kata kerja (book), dan a room membawa artikelnya sendiri.

KataArti
I’d like to booksaya ingin memesan
a roomsebuah kamar
for tonightuntuk malam ini

Latihan

8 latihan — diperiksa langsung di tempat, seperti di kursusnya.

Soal 1 dari 8

Grammar hanya permulaan

Latih topik ini dalam percakapan dan kalimat sungguhan di kursus A1.1 yang gratis, tanpa akun.

Mulai A1.1 Gratis

Pertanyaan umum tentang topik ini

Kenapa imperative tanpa subjek tidak terdengar kasar dalam bahasa Inggris?

Karena begitulah desainnya: imperative memang bentuk arahan, dan semua penutur tahu subjeknya “kamu”. Kekasaran dalam bahasa Inggris ditentukan oleh nada suara dan pilihan kata (please, have a seat, could you), bukan oleh kehadiran subjek. Justru menambahkan “you” di depan perintah yang membuatnya terdengar seperti bentakan — kebalikan dari intuisi bahasa Indonesia.

Apa beda I like dan I’d like?

I like menyatakan selera umum yang bertahan lama: I like coffee (saya memang suka kopi). I’d like menyatakan keinginan satu kali, saat ini: I’d like a coffee (saya pesan kopi sekarang). Menjawab tawaran “Would you like tea?” dengan “Yes, I like” adalah kesalahan klasik — jawabannya “Yes, please” atau “I’d love one”.

Apakah ’d pada I’d like itu would atau had?

Di sini selalu would: I’d like = I would like. Had muncul pada konstruksi lain (I’d finished = I had finished, present perfect, level B1). Cara membedakannya: sesudah ’d like pasti benda atau to + kata kerja — itu tanda tangan would.

Bagaimana memerintah dengan sangat sopan, misalnya kepada tamu VIP?

Naikkan satu tingkat dari imperative ke pertanyaan modal: Could you please wait here? atau Would you mind waiting here? Keduanya dibahas di A2.2. Di A1, kombinasi paling sopan yang kamu punya adalah Please + imperative dengan nada ramah, atau membingkai ulang sebagai undangan: Please have a seat. This way, please.

Apakah “Let’s not” dan “Don’t let’s” sama?

Bentuk bakunya Let’s not wait. Don’t let’s… muncul dalam Inggris Britania yang lebih tua/kasual, tetapi jangan pakai di A1 — satu bentuk baku lebih aman daripada dua varian. Pola yang sama berlaku umum: pelajari bentuk yang paling luas diterima dulu.

Diterbitkan 2026 · Diperbarui 2026