Tes IELTS (International English Language Testing System) adalah tes kemampuan bahasa Inggris yang paling banyak diminta universitas, pemberi beasiswa, dan otoritas imigrasi di dunia berbahasa Inggris. Di Indonesia ia diselenggarakan British Council, IDP, dan IALF dengan tarif seragam Rp3.600.000 per tes. Artikel ini menjelaskan apa yang diuji, dua versinya, dan bagaimana memutuskan apakah IELTS memang tes yang kamu butuhkan.
Dua versi: Academic dan General Training
IELTS Academic membaca dan menulis dengan teks akademik; ia untuk pendaftaran kuliah dan profesi teregulasi. IELTS General Training memakai teks kehidupan sehari-hari dan dunia kerja; ia untuk migrasi, visa kerja seperti WHV Australia, dan pelatihan non-gelar. Listening dan Speaking kedua versi sama; Reading dan Writing-nya berbeda. Salah memilih versi berarti skor tidak diterima — detailnya di artikel perbedaan kedua versi pada peta ini, dan biaya serta penyelenggaranya di biaya tes IELTS.
Empat skill yang diuji
| Bagian | Waktu | Isi |
|---|---|---|
| Listening | ±30 menit | 4 rekaman, 40 soal, sekali putar |
| Reading | 60 menit | 3 bacaan, 40 soal |
| Writing | 60 menit | 2 tugas menulis |
| Speaking | 11–14 menit | Wawancara langsung dengan penguji |
Tes tulis dikerjakan dalam satu hari; Speaking bisa di hari yang sama atau berdekatan, tergantung pusat tes dan pilihan format di atas kertas atau komputer. Listening, Reading, dan Writing selalu berurutan tanpa jeda panjang — stamina adalah bagian dari yang diuji.
Skor band 0–9
Setiap skill menerima band 0–9, lalu keempatnya dirata-rata menjadi band keseluruhan. Band 6.5 kasarannya berarti pengguna B2 yang kompeten dengan ketidaktepatan sesekali; band 7.0 ke atas adalah wilayah C1. Institusi menetapkan ambangnya sendiri: LPDP misalnya meminta 6.5 untuk S2 luar negeri dan 7.0 untuk S3. Perhatikan juga bahwa sebagian institusi memasang ambang per skill di samping ambang keseluruhan — band total 6.5 dengan Writing 5.5 bisa tetap gugur — jadi bacalah syarat tujuanmu sampai ke baris terakhirnya, bukan hanya angka besarnya. Cara penghitungan dan pembulatannya dibedah di artikel skor IELTS pada peta ini.
Siapa yang sebenarnya membutuhkan IELTS
Kamu membutuhkannya kalau dokumen syarat tujuanmu — universitas, beasiswa, visa, profesi — menuliskan namanya. Kamu tidak membutuhkannya untuk membuktikan kemampuan bahasa Inggris secara umum kepada pemberi kerja dalam negeri; untuk itu CV, wawancara, dan tes institusional seperti TOEFL ITP biasanya yang diminta. Dan kamu belum membutuhkannya kalau levelmu masih jauh di bawah target: tes ini alat ukur seharga Rp3.600.000, dan mengukur level A2 berulang kali tidak membuatnya naik. Urutan menyiapkannya dari posisi pemula dibahas di cara belajar IELTS untuk pemula.
Kertas atau komputer
IELTS bisa diambil di atas kertas atau di komputer di pusat tes, dengan isi, penilaian, dan tarif yang sama. Bedanya logistik: hasil versi komputer umumnya keluar lebih cepat (dalam hitungan hari, bukan belasan hari), dan tempat duduknya lebih sering tersedia; versi kertas cocok bagi yang menulis tangan lebih nyaman dan tidak keberatan menunggu hasil sekitar 13 hari. Pilihan ini tidak memengaruhi penilaian sama sekali — hasilmu dinilai dari jawabanmu, bukan dari medianya. Skor IELTS umumnya diakui institusi selama dua tahun sejak tanggal tes, jadi waktukan tesmu agar skor masih hidup saat berkasmu dinilai.
Langkah berikutnya
Petakan target band dari dokumen syaratmu, ukur posisi sekarang dengan tes penempatan, lalu baca rincian jalur Academic di halaman ujian IELTS Academic — termasuk pemetaan band ke level CEFR dan titik masuk kursus yang sesuai jarakmu.
Baca juga
1 Oktober 2026 · 3 menit baca · Ujian
IELTS One Skill Retake: Mengulang Satu Skill Saja, Syarat dan Kapan Layak Dipakai
IELTS One Skill Retake memungkinkan mengulang satu skill dalam 60 hari setelah tes penuh. Syaratnya, biayanya relatif terhadap tes penuh, dan kapan layak.
21 September 2026 · 3 menit baca · Ujian
Duolingo English Test: Tes dari Rumah yang Diterima LPDP dan Cara Menilai Keabsahannya
Duolingo English Test adalah tes adaptif satu jam dari rumah dengan skor 10–160. Pengakuannya oleh LPDP dan universitas, plus risiko aturan pengawasannya.
19 September 2026 · 3 menit baca · Ujian
Tes IELTS Speaking: Tiga Bagian Wawancara 11–14 Menit dan yang Dinilai Penguji
Tes IELTS Speaking adalah wawancara langsung 11–14 menit dalam tiga bagian. Yang dinilai: kelancaran, kosakata, grammar, dan pelafalan, masing-masing 25 persen.